DIABETES MELITUS

Definisi

Diabetes melitus (DM) adalah suatu penyakit kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin dan kerja dari insulin .

Etiologi dan klasifikasi

Pada diabetes melitus klasifikasi yang didapatkan biasanya tergantung dari etiologi yang kita dapat . oleh karena itu jika kita mengetahui penyebab dari diabetes melitus , maka akan mudah untuk mengklasifikasikan diabetes melitus tersebut pada jenis yang mana Klasifikasi dari diabetes melitus (ADA 2005) :

1. DM tipe 1 (berhubungan dengan kerusakan pada pabrik dari insulin tersebut seperti kerusakan pada pancreas , pulau langerhans dan sel beta).

A. Melalui proses imuunologik

B. idiopatik

2. DM tipe 2 (berhubungan dengan resistensi dari insulin disertai difesiensi insulin sampai dengan gangguan sekresi insulin yang disertai dengan resistensi insulin

3. DM tipe lain

· Defek genetik fungsi sel beta

· Defek genetik kerja insulin

· Penyakit eksokrin pangkreas

· Endokrinopati

· Karena obat / zat kimia

· Infeksi

· Sindrom genetik lain

Patofisiologi

Pada hampir sebagian besar kasus pada diabetes tipe 1 ditemukan kelainan pada genetik khususnya pada tipe gen (dw3 dan dw4) yang berfungsi sebagai pemeberi kode pada protein-protein yang berinteraksi dengan monosit – limfosit. Protein-protin ini akan mengatur sel T yang merupakan proses fisiologi normal dari mahluk hidup. Dengan kata lain jika terjadi keabnormailtasan pada dw3 dan dw 4 maka bisa menyebabkan terjadinya kelainan pada sel T seperti terjadinya perusakan sel beta oleh sel T yang menyebabkan terjadinya DM tipe 1.

Manifestasi klinis

1. Polidipsia (sering haus) , poliuria (sering kencing) dan poliifagia (banyak makan) ini adalah gejala khas dari DM

2. Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya

3. somnolen

4. Lemah, kesemutan , gatal

5. Impoten pada pria dan pruritus pada wanita

Diagnosa

Untuk melakukan diagnosa pada orang-orang yang dicurigai DM kita terlebih dahulu harus melakukan anamnesa pada pasien tersebut , setelah itu jika kita mencurigai bahwa pasien tersebut mengalami DM maka kita harus melakukan pemeriksaan Kadar gula darah dengan syarat :

· Jika Kadar gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dl maka pasien tersebut mengalami DM (kadar normalnya dalam darah< 200 )

· Jika Kadar gula darah puasa ≥ 126 mg/dl maka pasien tersebut mengalami DM (kadar normalnya dalam darah 70-110)

Untuk lebih melakukan diagnosa yang lebih spesifik dapat pula dilakukan tes indeks kerusakan derajat sel beta hal ini dapat dilakukan dengan pemeriksaan tes insulin , pro insulin dan sekresi peptida . selain itu adapun tes yang lain yang membantu yaitu tes indeks diabetogenik .

Penatalaksanaan

1. Farmakologi

· Obat golongan insulin sensitizing seperti biguanid , glitazone untuk meningkatkan kepekaan reseptor terhadap insulin

· Obat golongan sekretagok insulin seperti sulfonilurea dan glinid untuk merangsang pelepasan insulin yang terdapat pada pada sel beta

· Penghambat alfa glukosidase

· Pemberian lagsung insulin biasanya dilakukan pada DM tipe I

2. Non farmakologi

· Terapi gizi medis

· Life style berhubungan dengan kebiasan keluarga

· Latihan jasmani